Jumat, 06 Desember 2013

Album Foto Messerschmitt Me 321 "Gigant"


 Dalam gerak majunya yang tak tertahankan di Rusia di musim panas dan gugur 1941, pasokan suplai untuk satuan-satuan panzer terdepan Wehrmacht menjadi masalah serius yang membuat pusing para pengambil kebijakan di markas besar karena sangat sedikitnya jalan aspal yang berada dalam kondisi bagus ditambah lagi sangat kurangnya jalur kereta api yang tersedia. Pada bulan Oktober 1941, 6. Panzer-Division mendapat sebagian pasokan suplainya dari udara melalui pesawat glider Messerschmitt Me 321 "Gigant". Mesin udara raksasa ini mempunyai bentang sayap 55m dan mampu membawa muatan sampai 21,5 ton yang disimpan dalam ruang kargo seluas ruangan kereta api!


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen

Album Foto Eksekusi Mati Uni Soviet / Rusia


 
Foto ini diambil pada tanggal 30 Juni 1941 dan memperlihatkan para prajurit gunung Jerman dari Gebirgsjäger-Regiment 136 / 2.Gebirgs-Division / Gebirgskorps Norwegen sedang bersiap-siap untuk mengeksekusi tentara Soviet yang tertawan (salah satunya adalah prajurit Sergey Korolkov yang kelahiran tahun 1912). Kurang dari satu bulan setelah pecah perang antara Jerman-Rusia, kedua orang tentara naas ini harus menghadapi kenyataan bahwa mereka dihukum mati dengan alasan hanya karena mereka berasal dari pihak musuh! Hebatnya, mereka tidak gentar sama sekali dan menghadapi maut dengan gagah berani serta kepala tegak seperti yang tampak dalam foto di atas. Sisa-sisa kedua orang ini tetap terkubur di tundra selama 70 tahun dan baru diketemukan serta dikubur kembali secara layak di tahun 2013!


Sumber :
www.facebook.com
www.militaryphotos.net

Album Foto 13. Panzer-Division


 Seperti halnya Tiger, Panther juga mempunyai varian Befehlswagen (tank komando). Bagian atas dari antena radio terlihat di belakang kepala sang komandan. Gambar lain dari sesi foto ini mengindikasikan bahwa kendaraan di atas adalah Sd.Kfz.268 (nama lain dari Panzerkampfwagen V Panther) dengan antena bintang terpasang di bagian kiri belakang kubah. Untuk versi ini bisa digunakan dua macam funk (radio), FuG 7 dan FuG 5; juga generator tambahan CG400. Perhatikan pula dudukan senapan mesin yang tertutup di bagian kanan tank. Thomas L. Jentz dalam bukunya "Germanys Panther Tank: The Quest for Combat Supremacy" mengklaim bahwa Panther dengan turmnummer 102 di atas berasal dari Panzer-Regiment 4 / 13.Panzer-Division, sementara lokasinya adalah di Italia musim panas 1944


 Foto lain dari Pantherbefehlswagen 102 dari Panzer-Regiment 4 / 13.Panzer-Division. Sang fotografer PK (Propaganda-Kompanie) kini telah memindahkan lokasi penjepretan kameranya ke pinggiran sungai agar bisa mendapatkan hasil foto yang lebih dramatis saat si Panther melibas jalan berlumpur. Dalam foto ini, rantai cadangan untuk kunci putaran meriam terlihat jelas digantungkan di sebelah kanan turet. Foto yang lebih kecil memperlihatkan Panther lain dari resimen yang sama yang sedang berjalan di pinggir sungai. Kotak penyimpan di belakang yang bisa ditinggikan tampaknya merupakan suatu keumuman bagi kompi Panther ini


Sumber :
Majalah "Allied-Axis" edisi No.07

Album Foto Ranpur Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad (Sd.Kfz.231 dan 232)


Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad memasuki tahap pengembangan dari tahun 1934, lima tahun sebelum invasi Jerman ke Polandia. Dua kendaraan eksperimen dibuat pada saat itu: Versuchskraftfahrzeug 623 dan 624. Pada tahun 1937 namanya dirubah menjadi Sd.Kfz.233 dan Sd.Kfz.234, untuk kemudian berganti lagi di tahun 1939 menjadi Sd.Kfz.231 dan Sd.Kfz.232. Total 607 buah Sd.Kfz.231 dan 232 dibuat antara tahun 1936 dan 1943; 231 berhenti diproduksi pertengahan tahun 1942, sementara 232 bulan September 1943, yang memberi jalan pada produksi massal keluarga Sd.Kfz.234 yang lebih baru dan merupakan hasil improvisasi versi sebelumnya. Perbedaan utama dari kedua versi tersebut (231 dan 232) adalah frame antena besar yang dipasang di Sd.Kfz.232. 231 dan 232 ikut ambil bagian di setiap front Jerman dalam Perang Dunia II. Dalam foto di atas tampak sebuah Sd.Kfz.231 sedang memimpin konvoy di padang pasir Afrika Utara


 Seri Sd.Kfz.231 mempunyai awak 4 orang, kecepatan sampai 85km/jam, serta setir unik di depan dan belakang yang memampukannya jalan maju dan atret (mundur) dengan kecepatan yang sama! Kubah yang dapat diputar penuh dilengkapi dengan senapan mesin MG 34 7,92mm serta meriam kecil 20mm. Pada awalnya, sebuah KwK30 ikut dipasang juga, tapi kemudian digantikan oleh KwK38 bulan Juli 1942. Hal ini menambah rate tembakannya dari 280 peluru menjadi 450 peluru/menit, yang dapat dipakai membabat pasukan infanteri lawan sampai jarak 1200 meter dan juga kendaraan tempur sampai jarak 600-1000 meter. Foto yang diambil di Afrika Utara ini memperlihatkan lima orang prajurit Afrikakorps sedang melihat-melihat salah satu panel mesin samping dari sebuah Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad yang dicat warna tropis. Ranpur di atas kelihatannya kotor sekali, dimana debu dan lumpur bertebaran di badannya. Pintu kompartemen tempur di sebelah kanan terhalang oleh kotak sepatu yang dilas di ujung fendernya


 Sampai dengan bulan Februari 1943, delapan roda Panzerspähwagen dilengkapi dengan ban dalam anti peluru yang dapat menutup sendiri. Setiap roda mempunyai as mandiri lengkap dengan per daun serta suspensi karet sehingga memampukan kendaraan untuk menahan beban sampai 8,3 ton. Sd.Kfz.231 didesain untuk mampu menangkal peluru dibawah kaliber 8mm sampai jarak 30m, sementara mesin di bagian samping dan belakangnya dilindungi lapisan baja sampai setebal 10mm (bagian depan, samping dan belakang lainnya berketebalan 8mm, sementara atap dan dek belakang 5mm). Disini kita melihat kendaraan Schwerer Panzerspähwagen produksi akhir, dimana lampu penanda beloknya telah dipindahkan ke bagian fender dan rel pelindungnya ditiadakan. Sd.Kfz.231 di atas dilengkapi dengan penangkal asap yang mulai ditambahkan dari sejak awal tahun 1942. Perhatikan kasa pelindung yang menutupi lampu depannya! Sd.Kfz.233 yang lebih berat mengikuti di belakang


 Karakteristik produksi akhir lainnya adalah ketiadaan pelindung cipratan peluru di atas visor (klep kaca depan). Pelindung semacam ini sudah mulai dihilangkan dari tahun 1939, ketika visor yang lebih sederhana mulai diperkenalkan. Bemper pipa di bagian depan mulai diperkenalkan bulan Juli 1942. Kendaraan satu ini juga tidak mempunyai rel pelindung samping yang kini posisinya ditempati oleh penanda belok (modifikasi 1942 lainnya). Di bagian kiri kubah terdapat dudukan antena (meskipun antenanya nggak ada!), dimana radio turet mulai diperkenalkan tahun 1941. Radio jenis ini hanya khusus antar anggota unit, karena daya pancarnya terbatas cuma sampai 1km. Melihat dari schirmmütze yang dikenakan oleh orang yang nyengir kuya, maka kita bisa mengetahui bahwa Schwerer Panzerspähwagen adalah milik Heer dan bukan SS


Sumber :
Majalah "Allied-Axis" edisi No.04

Bergmütze (Topi Gunung Jerman)



Bergmütze dengan variasi lubang ventilasi


Bergmütze dengan variasi kancing


Bergmütze dengan variasi warna kancing


 Bergmütze dengan variasi lipatan


Bergmütze dengan variasi bentuk topi


Bergmütze generasi pertama (1938-1939)


Bergmütze generasi kedua (1940-1941)


Bergmütze generasi ketiga (1941-1942)


Bergmütze mencontoh punya Austria


 Variasi bagian samping Bergmütze


Kommandeur 1. Gebirgs-Division, Generalleutnant Walter Stettner Ritter von Grabenhofen (19 Maret 1895 - 18 Oktober 1944) memimpin pasukannya dalam operasi anti-Partisan di wilayah Montenegro, Yugoslavia, bulan Juni 1943 (pertama kali dipublikasikan tanggal 23 Juni 1943). Dalam foto oleh Kriegsberichter Zepke (Propaganda Kompanie 693) ini, Grabenhofen mengenakan bergmütze dari jenis yang "unyu-unyu" yang kemudian merupakan hasil buatan sendiri!


General der Gebirgstruppe Ludwig Kübler (2 September 1889 - 18 Agustus 1947) adalah panglima pasukan gunung Jerman yang meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Oktober 1939. Seusai perang, dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Yugoslavia atas tuduhan penjahat perang dan dieksekusi di Ljubljana tahun 1947. Adiknya, Generalleutnant Joseph Kübler, sebelumnya telah dieksekusi di Beograd tanggal 26 Februari 1947. Dalam foto yang diambil tahun 1939 di atas, jenderal Kübler mengenakan bergmütze dengan hoheitsabzeichen dan cockade yang terpisah, suatu hal yang tidak umum bagi topi gunung Jerman karena biasanya mereka dijahit dalam satu kesatuan!


 Sementara bergmütze anggota Gebirgsjäger lain dilengkapi dengan dua, satu, atau bahkan tanpa lubang ventilasi, maka bergmütze yang dipakai oleh Generalleutnant Willibald "Willi" Utz (20 Januari 1893 - 20 April 1954) ini mempunyai sampai tiga lubang ventilasi! Utz adalah perwira pasukan gunung Jerman yang menapaki karir di Gebirgsjäger-Regiment 100 dan merupakan peraih Deutsches Kreuz in Gold (22 Maret 1945) serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (21 Juni 1941). Namanya juga pernah disebut dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Juni 1941


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi FMS-Paul
Foto koleksi pribadi Patrick Kiser
www.en.wikipedia.org
www.panzergrenadier.net
www.wehrmacht-awards.com

Patung Badan Tentara Jerman Dari 6. Armee di Stalingrad, Oktober 1942
















German 6th Army, Stalingrad 1942
Life miniatures
LM-B006
Grey Resin – 12 parts
Sculpted by Ju-Won Jung
Box art by Sang-Eon Lee
Available from Life Miniatures Distributors

Sumber :
www.themodellingnews.com

Album Foto 9. Unterseebootsflottilla (9th U-Boat Flotilla)


Korvettenkapitän Heinrich Lehmann-Willenbrock (11 Desember 1911 - 18 April 1986) sedang memberi makan seekor kambing yang menjadi maskot dari 9. Unterseebootsflottille yang dipimpinnya. Flotilla U-boat ke-9 yang berlogokan ikan gergaji ngakak ini berpangkalan di Brest, Prancis, dan Lehmann-Willenbrock ditunjuk sebagai komandannya periode Mei 1942 s/d September 1944. Disini dia mengenakan celana menunggang kuda Kriegsmarine yang langka. Perhatikan pula medali Spanienkreuz yang tersembul di seragam perwira tanpa kepala (hiiy...) yang berdiri di kiri, yang menandakan bahwa pemakainya adalah veteran perang saudara di Spanyol


Sumber :
www.panzergrenadier.net